Jasa Marga Siapkan Teknologi Digital untuk Memantau Arus Mudik Lebaran

Kamis, 12 Maret 2026 | 12:00:51 WIB
Jasa Marga Siapkan Teknologi Digital untuk Memantau Arus Mudik Lebaran

JAKARTA - Persiapan arus mudik menjadi salah satu perhatian utama dalam pengelolaan jalan tol nasional setiap tahun. 

Lonjakan jumlah kendaraan selama periode mudik menuntut adanya sistem pemantauan yang lebih modern dan responsif. Oleh karena itu, pengelola jalan tol terus mengembangkan teknologi digital untuk meningkatkan keamanan dan kelancaran perjalanan masyarakat.

Pemanfaatan teknologi canggih dinilai mampu membantu pengawasan lalu lintas secara lebih efektif. Sistem pemantauan yang terintegrasi memungkinkan pengelola jalan tol mendeteksi kepadatan lebih cepat. Dengan dukungan perangkat digital tersebut, berbagai potensi gangguan perjalanan dapat diantisipasi sejak dini.

Pemantauan Arus Mudik Berbasis Teknologi Digital

Direktur Utama PT Jasa Marga Persero Rivan Achmad Purwantono mengatakan perseroan membangun sistem Jasa Marga Intelligent Digital. Sistem ini digunakan untuk memantau kondisi arus lalu lintas selama periode mudik Lebaran. Teknologi tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan pengawasan secara menyeluruh di jaringan jalan tol.

Melalui teknologi tersebut, Jasa Marga menggunakan sekitar 3.500 kamera yang tersebar di berbagai ruas jalan tol. Sebagian besar kamera tersebut telah dilengkapi dengan teknologi Intelligent Traffic Analysis. Teknologi ini mampu membantu memantau kepadatan kendaraan secara lebih akurat.

Selain kamera, perusahaan juga menyiapkan berbagai perangkat pemantauan lainnya. Radar, kamera pintar, serta sensor banjir dipasang untuk memantau kondisi lalu lintas secara real time. Seluruh perangkat tersebut berfungsi mendukung pengelolaan arus kendaraan agar tetap lancar selama periode mudik.

"Maka perhitungan terhadap visi rasio atau kepadatan, sudah akurasi, disesuaikan dengan ruasnya dan sebagainya. Sehingga pada saat nanti kepadatan muncul, ini sudah bisa diantisipasi oleh kami," jelas Rivan. Penjelasan tersebut menunjukkan bagaimana teknologi digunakan untuk meningkatkan efektivitas pengawasan lalu lintas.

Sistem Analisis Kepadatan Lalu Lintas

Teknologi Intelligent Traffic Analysis memungkinkan pengelola jalan tol melakukan analisis lalu lintas secara otomatis. Sistem ini dapat menghitung tingkat kepadatan kendaraan berdasarkan data visual dari kamera. Hasil analisis tersebut membantu petugas mengambil keputusan lebih cepat ketika terjadi kepadatan.

Dengan adanya sistem analisis ini, potensi kemacetan dapat dideteksi lebih awal. Petugas dapat segera menyiapkan langkah antisipasi sebelum kepadatan semakin parah. Teknologi ini juga membantu pengelola jalan tol dalam merancang strategi pengaturan lalu lintas.

Pemanfaatan teknologi digital juga memberikan data yang lebih akurat terkait kondisi jalan. Informasi tersebut dapat digunakan untuk memantau perubahan arus kendaraan secara real time. Dengan demikian, pengelola dapat memberikan respons yang lebih cepat terhadap situasi di lapangan.

Sistem pemantauan yang terintegrasi ini menjadi bagian dari transformasi digital dalam pengelolaan jalan tol. Penggunaan teknologi diharapkan mampu meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Selain itu, sistem ini juga membantu meningkatkan efisiensi pengelolaan lalu lintas.

Aplikasi Travoy untuk Informasi Perjalanan

Di sisi lain, Jasa Marga juga menyediakan aplikasi perjalanan tol bernama Travoy. Aplikasi ini dapat digunakan oleh masyarakat untuk memantau kondisi lalu lintas di berbagai ruas jalan tol. Melalui aplikasi tersebut, pengguna dapat memperoleh informasi perjalanan secara lebih mudah.

Rivan menjelaskan bahwa aplikasi Travoy menyediakan berbagai informasi penting bagi pengguna jalan tol. Informasi tersebut meliputi tingkat kepadatan jalan hingga kondisi lalu lintas secara langsung. Pengguna juga dapat melihat kamera real time tanpa jeda waktu.

"Dengan demikian, semua masyarakat bisa melihat dan bisa mengetahui apa yang terjadi di jalan, apakah ada kepadatan, harus bersikap seperti apa. Juga termasuk adalah black spot, daerah yang rawan kecelakaan itu muncul dan bisa diantisipasi," ungkap dia. Pernyataan tersebut menunjukkan bagaimana teknologi membantu pengguna merencanakan perjalanan.

Melalui aplikasi ini, pengguna jalan tol dapat mengambil keputusan yang lebih tepat saat melakukan perjalanan. Informasi kondisi jalan memungkinkan pengendara memilih rute alternatif jika terjadi kepadatan. Dengan demikian, perjalanan mudik dapat berlangsung lebih lancar.

Pengoperasian Tol Fungsional Baru

Selain memanfaatkan teknologi digital, Jasa Marga juga menyiapkan sejumlah ruas tol fungsional baru. Ruas tol tersebut dapat digunakan oleh masyarakat selama periode mudik Lebaran. Keberadaan jalur baru ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan di sejumlah titik utama.

Salah satu ruas tol fungsional yang dapat digunakan adalah Jakarta-Cikampek 2. Jalur ini memberikan alternatif bagi pengguna jalan tol dari arah Bandung. Dengan jalur tersebut, pengendara tidak perlu lagi melalui Cikampek untuk menuju tujuan tertentu.

"Itu sangat singkat dan bisa digunakan. Lalu kemudian, Jogja-Bawen yang sekarang adalah seksi 6, Bawen-Ambarawa, itu juga sama," kata Rivan. Jalur tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi kepadatan yang biasanya terjadi di wilayah tersebut.

Menurutnya, jalur tersebut memungkinkan masyarakat langsung menuju Bawen. Dengan demikian, pengendara dapat menghindari kepadatan di kawasan kota maupun pasar Bawen. Pengoperasian jalur baru ini diharapkan membantu memperlancar arus kendaraan selama mudik.

Pengembangan Jalur Tol untuk Perjalanan Lebih Cepat

Selain jalur tersebut, akses jalan tol dari Solo hingga Prambanan juga mengalami pengembangan. Jalur yang sebelumnya hanya sampai Prambanan kini sudah diperpanjang hingga Purwomartani atau Kalasan. Pengembangan ini memberikan kemudahan bagi pengguna jalan tol yang melintas di wilayah tersebut.

Ruas tol lain yang juga disiapkan adalah jalur fungsional dari Probolinggo hingga Besuki. Jalur ini memiliki karakteristik unik karena melintasi kawasan pegunungan. Selain itu, pengguna jalan juga dapat menikmati pemandangan laut dari kawasan Paiton.

"Ini cukup panjang, hampir sekitar 50 km. Dan ini sangat menyingkat hubungan dari Probolinggo sampai dengan Besuki bisa sampai 1,5 jam," jelas dia. Keberadaan jalur ini diharapkan memberikan alternatif perjalanan yang lebih efisien bagi pengguna jalan tol.

Menurutnya, waktu tempuh perjalanan yang sebelumnya mencapai satu setengah jam kini dapat dipersingkat secara signifikan. Dengan adanya jalur tersebut, perjalanan dari Probolinggo menuju Besuki dapat ditempuh sekitar 20 menit. 

Pengembangan infrastruktur ini diharapkan membantu memperlancar arus mudik sekaligus meningkatkan kenyamanan perjalanan masyarakat.

Terkini